ILUSTRASI PRODUKSI DAN KONSUMSI SATOIMO

 Satoimo adalah Umbi Talas Jepang yang dapat ditanam pada dataran rendah, sedang dan dataran tinggi ± 1.200m dpl. Di Toraja dikenal dengan nama Talas Bithek dan di Buleleng Bali dikenal sebagai Keladi Salak (karena rangkaian umbinya seperti buah salak). Awal keberadaanya di Indonesia pada masa pendudukan Jepang, yang dibudidayakan mereka sendiri karena merupakan makanan pokok disamping beras.

 

Konsumsi di Jepang

Asumsi :

–          Jumlah penduduk Jepang ± 120juta jiwa

–          50% mengkonsumsi satoimo @ 100gr/hr  (1-2umbi),

maka perkiraan permintaan terhadap satoimo = 60.000.000 x 100gr/hr = 6.000.000.000 gr/hr

  1. 6.000.000 kg/hr atau 6.000ton/hr  eq.  2.160.000 ton/thn

–          Jika 1 Cont. 20 ft @ 15 ton, maka eq. 400 Cont./hr

Data statistic Pemerintah Jepang tahun 1990 s/d 2000 konsumsi masyarakat Jepang terhadap Kentang menurun sebaliknya terhadap Satoimo meningkat secara Signifikan.

 

Produksi Jepang

Jepang Selatan merupakan sentra produksi Satoimo, khususnya untuk konsumsi masyarakat tertentu (kalangan Strata Atas) dan masih dalam bentuk umbi-umbian mentah (fresh) dalam penyajiannya cukup direbus dan langsung dikonsumsi (bukan dalam frozen) seperti yang didatangkan dari China yang merupakan konsumsi masyarakat umum Jepang.

 

Produksi China

Jepang telah berafiliasi dengan China dalam pengembangan produksi Satoimo. Saat ini telah mencapai luas areal ± 85.000 Ha.

Asumsi :  1 Ha dapat menghasilkan 15 ton (hanya 1 musim tanam) maka dapat dihasilkan :          85.000 Ha x 15 ton/Ha = 1.275.000 ton/th q. 85.000 Cont 20 ft/th atau 7.083 Cont/bln atau sama dengan 236 Cont/hr.

Jadi China telah berhasil sebagai pemasok Satoimo ± 59% (Market share) dari 50% kebutuhan penduduk Jepang.

Rencana Produksi dari Indonesia

Setelah melalui kegiatan Penelitian dan uji coba selama 7 tahun di berbagai tempat antara lain di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Kalimanatan Timur, Kalimantan Barat, NTT dan Papua. Dimana ternyata hasilnya secara teknis, kwalitas dan rasanya sesuai dengan selera masyarakat Jepang. Selanjutnya dilakukan Analisis Ekonomis dan Finansial ternyata juga layak untuk dibudidayakan secara komersial, maka peluang usaha ini perlu untuk ditindak lanjuti.

Budidaya Satoimo di Indonesia diharapkan dapat mencapai 5.000 Ha,  yang akan dilakukan secara bertahap dan dimulai dari sekarang hingga tahun-tahun kedepan.

Sebagai ilustrasi dapat diperkirakan kegiatan tersebut dan implikasinya sebagai berikut :

Luas Lahan 5.000 Ha dengan kapasitas produksi 20 ton/Ha, maka akan  dihasilkan

5.000 Ha x 20 ton/Ha = 100.000 ton /thn

Jumlah tersebut eq. dengan ±6.667 Cont 20 ft/thn atau ± 555 Cont./bln

Sama dengan 18 Cont 20 ft/hr

 

Jika dilihat dari luasan maupun kapasitas produksi yang dihasilkan dari Indonesia jika dibandingkan dengan China :

 

–          Luas 5.000 Ha                                     Hanya ± 6% dari 85.000 Ha

–          Kapasitas produksi 18 Cont.20ft/hr    Hanya ± 8% dari 236 Cont.

 

Apabila harga jual Satoimo Rp. 4.000,-/kg dengan kapasitas produksi 20 ton/Ha,

kegiatan Tanam & Panen per-harinya =  5.000Ha/thn  : 300hari = ± 16 Ha/hr

Maka akan terjadi perputaran uang sebagai berikut :

 

–          Per-hari = 16 Ha x 20.000kg/Ha x Rp.4.000,-/kg = Rp. 1.280.000.000,-

–          Per-bulan = 25 x 16 Ha x 20.000kg/Ha x Rp.4.000,-/kg = Rp. 32.000.000.000,-

–          Per-tahun = 12 x 25 x 16 Ha x 20.000kg/Ha x Rp.4.000,-/kg = Rp. 384.000.000.000,-

 

Nilai tersebut diatas cukup Fantastis tapi juga Realistis untuk sebuah kegiatan satu komoditi pertanian (sector Riil) yang melibatkan masyarakat Petani, UKM dan Koperasi. Kegiatan tersebut juga akan membawa dampak multiplayer efek yang luar biasa terhadap sektoral perekonomian rakyat di pedesaan.

 

Demikian selayang pandang dari kami.

 

Sarangan , 29 April 2012

Komunitas Agro Lawu International

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s